Oleh: Jen Kelana | 22 Juni, 2009

Coleteh : Senja Latah

Senja baru saja tergelincir. Teja mengambang memberi teduh pandangan. Sesekali trotoar bernyanyi sengau memacu debu jalanan yang terbang lalu jatuh serupa kibasan helikopter menghempas reruntuhan. Aku hanya diam tertunduk menekuri bumi luruh, lesu dan tak bergairah. Geliat kota yang menyajikan parodi elegi jingga membawa anganku melintasi pusaran waktu melewati waktu paruh.

Itulah, sebentuk elegi senja di jidatnya
wahai apa yang bisa disemai
oleh gundah
oleh resah
oleh gelisah
pada lentera-lentera yang kian menyala
menampar bibir-bibir kusam
lantaran debu jalanan

oh, inilah kita
tak secuma pandai bicara
lalu latah menelan butir-butir imaji
mengunyah menjadi sampah
tak berarti
oh, inilah…

Oleh: Jen Kelana | 18 Juni, 2008

Selamat Datang !

Selamat datang ! Barangkali itulah kalimat yang semestinya kusampaikan bagi peselancar dunia virtual yang kebetulan tersesat di blog ini. Dan barangkali pula hal iniĀ adalah merupakan anugerah bagi aku guna memperoleh informasi berkaitan dengan blog. Walaupun yang tersaji dalam blog ini hanyalah sekedar tulisan-tulisanĀ apa adanya, dan jika punya sedikit nilai sastra maka aku lebih senang menyebutnya: sastrafresh Sastra Pinggigiran

Kategori